Okewal.com, SANGATTA – Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi perhatian Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kutai Timur (IKA HIPMA-KT). Organisasi tersebut menyoroti keterbukaan data ketenagakerjaan perusahaan di Kutai Timur, khususnya di sektor perkebunan dan pertambangan.
Hal itu disampaikan dalam audiensi IKA HIPMA-KT dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur, pada Kamis.(27/8)
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara IKA HIPMA-KT dan Disnakertrans Kutim. Pertemuan juga membahas peluang kerja sama strategis dalam pembangunan dan pengawasan ketenagakerjaan.
Ketua Harian IKA HIPMA-KT, Aleks Bajo, menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kutai Timur yang didominasi sektor perkebunan dan pertambangan.
Menurutnya, masih terdapat persoalan terkait keterbukaan data perusahaan dan peluang tenaga kerja lokal. Kondisi tersebut dinilai penting untuk dibahas agar alumni pelajar dan mahasiswa asal Kutai Timur memiliki akses informasi dan kesempatan yang lebih baik.
Aleks mempertanyakan mekanisme transparansi data ketenagakerjaan di setiap perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur, terutama terkait kebutuhan dan penyerapan tenaga kerja.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disnakertrans Kutai Timur menjelaskan bahwa persoalan tenaga kerja juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah provinsi. Ia menyebut regulasi mengenai ketenagakerjaan telah diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup), dengan mempertimbangkan keahlian atau kemampuan tenaga kerja.
“Itu kembali kepada Pemerintah, khususnya dari Provinsi karena sudah ada Perda dan Perbub yang mengatur itu yang dilihat dari segi keahlian atau softskill seseorang.”
Meski demikian, Disnakertrans Kutim menyatakan tetap berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal melalui berbagai program pelatihan.
“Kami usahakan melalui pelatihan-pelatihan untuk pelajar dan mahasiswa Kutai Timur agar tidak tertinggal skill dari pelajar dan mahasiswa luar daerah.”
Gagasan tersebut mendapat respons dari Ketua Umum IKA HIPMA-KT, Arief. Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah mendorong program pelatihan yang dapat menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi pelajar dan mahasiswa asal Kutai Timur.
“Pelatihan yang akan di gagas oleh IKA HIPMA-KT kedepan siap untuk membangun mitra bersama dengan DISNAKERTRANS.”
Audiensi tersebut kemudian disepakati untuk ditindaklanjuti melalui pertemuan lanjutan bersama Kepala Disnakertrans Kutim.
Pertemuan berikutnya diharapkan dapat membahas lebih konkret bentuk kemitraan antara IKA HIPMA-KT dan Disnakertrans, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
IKA HIPMA-KT berharap sinergi tersebut dapat mendorong peningkatan kompetensi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi sumber daya manusia asal Kutai Timur.(*)


