Okewal.com SANGATTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Sangatta Utara, Kutai Timur, Sabtu (22/8).
Sekitar 5 hektare lahan belukar di Jalan A.W. Syahranie terbakar hingga membutuhkan penanganan gabungan aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur.
Pemadaman dilakukan personel Satuan Samapta Polres Kutai Timur bersama BPBD Kutim sejak pukul 13.00 hingga 18.00 Wita.
Sebanyak enam personel Polri dan 10 personel BPBD dikerahkan ke lokasi. Petugas turut menggunakan satu unit kendaraan tangki BPBD serta satu kendaraan roda empat untuk mendukung proses pemadaman.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengatakan, penanganan dilakukan secara cepat dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Kami terus mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan karhutla. Setiap laporan kebakaran harus segera ditindaklanjuti agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat maupun lingkungan,” kata Aryansyah.
Di lokasi, petugas menyemprotkan air menggunakan kendaraan tangki BPBD ke sejumlah titik api. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan antisipasi untuk memastikan tidak terjadi penyebaran kembali ke area sekitar.
Aryansyah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan dalam keadaan kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Hasil penanganan di lapangan menunjukkan proses pemadaman berlangsung aman dan terkendali. Polres Kutai Timur bersama instansi terkait juga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Upaya pencegahan dinilai menjadi bagian penting untuk menekan risiko karhutla sekaligus mencegah dampaknya meluas ke lingkungan dan kawasan permukiman.(*/Tio)


