Okewal.Com, SANGATTA – Dua pekan bukan waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas di momen sakral peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, bagi Andri Benyamin, waktu singkat itu menjadi tantangan yang harus dituntaskan.

Siswa SMA Negeri 1 Sangatta Selatan tersebut dipercaya menjadi pembentang bendera Merah Putih dalam upacara tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepercayaan itu sekaligus menjadi pengalaman pertamanya berada di posisi tersebut dalam upacara tingkat kabupaten.

Sejak ditunjuk, Andri bersama anggota pasukan lainnya menjalani latihan secara intensif. Setiap gerakan, tahapan, hingga koordinasi antarpersonel dipelajari berulang kali demi memastikan prosesi pengibaran berjalan sesuai ketentuan.

“Latihannya sekitar dua minggu. Kami harus benar-benar fokus karena waktunya cukup singkat untuk mempersiapkan semuanya,” ujar Andri.

Momen hangat Andri Benyamin bersama keluarga usai menunaikan tugas sebagai pembentang bendera pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kutai Timur.(Dok: Okewal.com)

Dalam pelaksanaan upacara, Andri tidak bekerja sendiri. Ia menjalankan tugas bersama Komandan Kelompok (Danpok) Marten Ozi Fery Febrian Wejaya dari SMA Negeri 1 Muara Wahau serta penggerek bendera Mettew Alin Grifith dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam satu rangkaian pengibaran. Karena itu, ketepatan gerakan, konsentrasi, dan kekompakan menjadi bagian penting yang terus diasah selama latihan.

Bagi Andri, tantangan terbesar bukan hanya menghafal setiap gerakan, tetapi juga menjaga ketenangan saat berada di tengah upacara. Rasa gugup sempat muncul lantaran tugas tersebut merupakan pengalaman pertamanya.

Namun, latihan yang dilakukan berulang kali menjadi modal untuk mengendalikan rasa tegang. Andri berusaha mengingat kembali setiap instruksi dan menjalankan tugas sesuai tahapan yang telah dipelajari.

“Waktu pelaksanaan memang sempat tegang, tetapi setelah mulai menjalankan tugas saya berusaha fokus. Puji Tuhan semuanya berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Tuntas menjalankan tugas membuat Andri merasa bangga. Ia tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mendapat pengalaman langsung menjadi bagian dari salah satu momen penting dalam peringatan kemerdekaan di Kutim.

Lebih dari sekadar pengalaman baris-berbaris, proses tersebut memberinya pelajaran mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Menurutnya, keberhasilan pengibaran bendera merupakan hasil dari kekompakan seluruh anggota pasukan.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Andri untuk mengikuti berbagai kegiatan positif lainnya. Ia juga ingin mempertahankan kedisiplinan yang diperoleh selama menjalani pelatihan.

“Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi saya untuk terus disiplin dan memberikan yang terbaik. Saya juga berharap teman-teman pelajar lainnya bisa ikut aktif dalam kegiatan positif,” ucapnya.

Dua pekan latihan akhirnya terbayar dengan suksesnya tugas Andri sebagai pembentang bendera. Momen tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan pendidikannya sekaligus pengalaman yang akan dikenangnya sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kutai Timur.

Tiga anggota pasukan pengibar bendera, Andri Benyamin, Marten Ozi Fery Febrian Wejaya, dan Mettew Alin Grifith, saat bersama usai menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kutai Timur. (Dok: Okewal.com)

Bersama Marten Ozi Fery Febrian Wejaya dan Mettew Alin Grifith, Andri menjadi bagian dari rangkaian pengibaran Merah Putih yang berlangsung dalam upacara tingkat Kabupaten Kutim. Tugas yang dimulai dari latihan singkat itu pun berakhir menjadi pengalaman berharga bagi ketiganya.(Tio)