Okewal.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai mematangkan berbagai persiapan menuju operasional perdana Pelabuhan Laut Kenyamukan. Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah rute pelayaran awal yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.

Rute Sangatta-Donggala-Mamuju menjadi jalur yang diusulkan sebagai rute perdana. Namun, penetapan jalur tersebut masih menunggu penyesuaian dengan kebijakan Kementerian Perhubungan.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Masrianto Suriansyah mengatakan, pembahasan rute akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dishub Provinsi Kalimantan Timur dan pihak kesyahbandaran.

“Untuk rute perdana yang akan kita siapkan pada awal 2028 adalah rute Sangatta-Donggala-Mamuju. Namun, ini juga mengikuti kebijakan dan pertimbangan dari Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan Provinsi dan difasilitasi oleh KSOP Bontang,” kata Masrianto belum lama ini, Minggu.(16/8)

Koordinasi penyiapan rute juga dapat melibatkan KSOP Bontang, KSOP Sangkulirang maupun KSOP Sangatta. Penyesuaian tersebut diperlukan agar jalur pelayaran yang nantinya digunakan memenuhi ketentuan sekaligus mendukung kebutuhan operasional pelabuhan.

Selain rute pelayaran, Pemkab Kutim tengah mengebut pembangunan fasilitas pendukung Pelabuhan Kenyamukan. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp144 miliar melalui skema multiyears contract (MYC) 2026-2027.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pelayanan, reklamasi kawasan hingga jalan lingkungan pelabuhan.

Dari total 36 bangunan pelayanan yang direncanakan, sebanyak 12 hingga 13 bangunan akan dikerjakan melalui MYC 2026-2027.

“Sisanya adalah reklamasi kawasan dan pembangunan jalan lingkungan pelabuhan. Ke depan, secara bertahap, sisa dari 36 bangunan tersebut akan kita bangun,” ujarnya.

Masrianto menyebut fasilitas yang dibangun pada tahap awal dinilai telah mencukupi untuk mendukung operasional perdana pelabuhan. Sementara fasilitas lainnya akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Untuk 2026, pekerjaan fisik belum langsung dimulai. Kontrak pekerjaan ditargetkan diteken pada minggu kedua September, kemudian periode Oktober hingga Desember dimanfaatkan untuk persiapan dan mobilisasi peralatan.

Pekerjaan fisik utama ditargetkan berlangsung sepanjang 2027. Jika berjalan sesuai rencana dan tidak menghadapi kendala berarti, Pelabuhan Kenyamukan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028.

“Peresmian awal kita rencanakan oleh Bapak Bupati nanti, insyaallah itu pada awal 2028,” ujarnya.

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Kutim juga mulai menyiapkan aspek kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan pengelolaan pelabuhan berjalan optimal.

Kajian pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan ditargetkan mulai disiapkan pada 2027.

Penyiapan SDM dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan. Pemkab Kutim juga membuka peluang kerja sama pendidikan untuk mengirim putra-putri daerah menempuh pendidikan di sekolah kedinasan bidang perhubungan.

“Ini adalah awal kesiapan atau investasi Pemerintah Kutai Timur dalam menyiapkan tenaga-tenaga ahli dan teknis di bidang perhubungan, baik itu matra darat, laut, maupun udara,” pungkasnya.(Tio)