OKEWAL.COM, SANGATTA – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas keberhasilannya mengamankan kuota beasiswa ikatan dinas pola pembibitan (Polbit) terbanyak dari Kementerian Perhubungan.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Sekretaris Daerah Kutim, Rizali Hadi, di Semarang.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Kutim memperoleh total 20 kuota mahasiswa di Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Bekasi. Kuota itu terdiri atas 10 mahasiswa program D3 pada 2027 dan 10 mahasiswa program D4 pada 2028.
Pandi menilai capaian tersebut merupakan hasil diplomasi yang efektif dari pemerintah daerah. Menurutnya, jumlah kuota yang diperoleh Kutim jauh lebih besar dibandingkan daerah lain yang rata-rata hanya menerima dua hingga lima kuota.
“Kami di Komisi C tentu memberikan apresiasi penuh. Mendapatkan total 20 alokasi kuota jauh melebihi daerah lain adalah pencapaian yang patut diacungi jempol. Ini membuktikan komitmen Pemkab dalam menjawab kebutuhan riil lapangan,” ujar Pandi. Minggu (2/8)
Ia menambahkan, kerja sama tersebut sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMD, khususnya penguatan sektor transportasi darat, laut, dan udara. Karena itu, penyiapan sumber daya manusia lokal dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang perhubungan.
Pandi mencontohkan kebutuhan tenaga teknis pada operasional Pelabuhan Kenyamukan yang ke depan memerlukan SDM berkompeten. Program beasiswa ini diharapkan mampu melahirkan putra-putri daerah yang siap mengelola fasilitas strategis tersebut.
“Kita mau putra daerah yang mengisi posisi-posisi itu, jangan sampai orang dari luar lagi yang datang mengisi dengan alasan kualifikasi. Dengan MoU ini, kita yakin tenaga teknis profesional bisa dibentuk sehingga anak-anak muda Kutai Timur menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” tegasnya.
Meski mendukung penuh program tersebut, Komisi C DPRD Kutim juga memberikan catatan agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Pandi meminta Pemkab Kutim melakukan sosialisasi secara masif hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar seluruh pelajar berprestasi, termasuk di wilayah pelosok, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi beasiswa tersebut.(*/Tio)


