Okewal.com, SANGATTA – Tujuh atlet terbaik Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi diberangkatkan untuk mewakili Kalimantan Timur pada Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah Kalimantan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, 22–23 Juli 2026.

Keikutsertaan Kutim sebagai wakil Kaltim merupakan buah dari prestasi pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov, setelah berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perunggu.

Di Tarakan, tim Kutim akan menghadapi wakil dari Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Ketua PSTI Kutim, Jepi Darsono, mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Porprov Kaltim 2026.

“Kemarin kami sudah rapat di KONI, dan disepakati bahwa semua kegiatan cabang olahraga saat ini arahnya bermuara untuk persiapan Porprov 2026. Keberangkatan teman-teman ke Kaltara ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan menuju ke sana,” ujar Jepi pada prosesi pelepasan, Minggu (19/7).

Kontingen Kutim diperkuat tujuh atlet yang terdiri atas tiga atlet putri dan empat atlet putra. Sektor putri diisi Safitriani sebagai tekong, Nurbaiti sebagai feeder, dan Iska Novianty sebagai spiker.

Ketiganya merupakan atlet binaan Club Gastkand Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan. Sementara sektor putra diperkuat Irwan, Nasrullah, Basry, dan Hilal Hamdi Kasman.

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim.

Mewakili Ketua Umum KONI Kutim, Bendahara Umum Charolina Laoh didampingi Wakil Sekretaris I Rahman secara resmi melepas keberangkatan kontingen.

Dalam arahannya, Charolina menyebut kepercayaan kepada Kutim untuk mewakili Kaltim menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki kekuatan besar di cabang olahraga sepak takraw.

“Melihat hasil BK yang cukup baik, peluang kita untuk meraih juara umum pada Porprov nanti sangat terbuka lebar, terlebih jumlah nomor tanding di Porprov akan lebih banyak,” kata Charolina.

Ia juga mengingatkan para atlet agar menjaga disiplin, kondisi fisik, serta mental bertanding selama mengikuti kompetisi.

“Saya berharap adik-adik bertanding dengan anggapan ini adalah laga nasional. Tidak ada pertandingan besar jika kita tidak serius memenangkan pertandingan yang kecil.

Jaga semangat dan disiplin, serta patuhi instruksi Ketua PSTI Kutim demi membawa harum nama Kaltim dan Kutim,” pungkasnya.

Mengusung semangat “Satu Tim, Satu Tujuan, Kutai Timur Berprestasi”, kontingen sepak takraw Kutim optimistis mampu menorehkan hasil terbaik di Tarakan sekaligus menambah bekal menghadapi Porprov Kaltim 2026.(fanry)