JAKARTA, OKEWAL.COM – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sutiarso, Direktur BUMDes Trans Makmur Jaya, Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, meraih predikat Excellent dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF), pada 28 September 2026 di Operational Room Gedung Utama Kemendes PDT.
Sutiarso dinilai berhasil menjalankan peran sebagai local hero dalam menggerakkan BUMDes, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi desa. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), pemerintah desa, dan BUMDes Trans Makmur Jaya.
BUMDes yang sebelumnya bernama BUMDes Bukit Raya itu menunjukkan perkembangan usaha yang signifikan. Aset yang sebelumnya berada di bawah Rp100 juta kini telah mencapai ratusan juta rupiah. BUMDes juga mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), dengan nilai Rp5 juta hingga Rp19 juta sepanjang 2023–2025.
Saat ini, BUMDes Trans Makmur Jaya telah mengembangkan sembilan unit usaha. Di antaranya sarana produksi pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi, penyewaan alat dan mesin pertanian, peternakan ayam petelur dan sapi, jasa transaksi perbankan, pangkalan LPG 3 kilogram, pengadaan barang dan jasa, serta pengolahan pupuk kompos.
Sutiarso mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya PHSS, dalam proses pengembangan BUMDes tersebut.
“Terima kasih juga atas fasilitasi dalam penjemputan juara ini di Kementerian Desa dan Transmigrasi di Jakarta serta pendampingan yang luar biasa dari PHSS,” ujar Sutiarso.
Head of Comrel & CID Zona 9, Dharma Saputra, mengatakan keberhasilan pemberdayaan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara perusahaan dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama (creating shared value), termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat, UMKM dan BUMDes dalam perencanaan maupun pelaksanaannya di wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.
Selain Sutiarso, Program Kuas Jirak yang dikelola PEP Tanjung Field dan Program ECO-STEP yang dijalankan PEP Sangatta Field juga meraih penghargaan Silver.
Kedua program tersebut berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan. Menurut Dharma, kelompok perempuan yang sebelumnya belum memiliki pendapatan tetap kini telah mampu memperoleh penghasilan tetap di atas UMK Kutai Kartanegara dan Tabalong.
“Kedua program telah memberikan peningkatan kesejahteraan pada kelompok ibu-ibu dan wanita tani yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan dan mata pencaharian,” jelasnya.
Dharma menegaskan, pengembangan ekonomi masyarakat desa akan terus didorong melalui berbagai program pelibatan dan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Kami percaya pengembangan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembangunan Indonesia,” pungkasnya.(*)


