OKEWAL.COM,SANGATTA – Kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat.

Hal itu menjadi perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Timur yang berkolaborasi dengan PERKI Cabang Samarinda, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutai Timur, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kutai Timur menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di SMA Negeri 2 Sangatta, Jumat (25/9).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala SMA Negeri 2 Sangatta Hasrul, S.S., M.Pd. Hadir pula Ketua IDI Cabang Kutai Timur dr. Fathurrahman dan Sekretaris YJI Cabang Kutai Timur Supiansyah Burhan.

Ketua IDI Cabang Kutai Timur dr. Fathurrahman mengatakan, keinginan menolong seseorang dalam kondisi darurat merupakan hal penting.

Namun, niat tersebut perlu dibarengi pengetahuan dan keterampilan agar pertolongan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan aman.

“Keinginan untuk menolong adalah modal pertama, tetapi niat baik saja tidak cukup. Kita perlu ilmu dan keterampilan. Melalui pelatihan BHD ini, para siswa diharapkan tidak hanya berani menolong, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya dengan benar,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan tersebut juga menjadi pintu masuk untuk memperluas kolaborasi antara IDI Cabang Kutai Timur dan SMA Negeri 2 Sangatta, khususnya dalam edukasi kesehatan bagi remaja.

Sejumlah isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan pelajar dapat menjadi materi edukasi lanjutan.

Di antaranya kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, pencegahan perundungan (bullying), hingga edukasi kesehatan mental.

Sekolah, kata dia, merupakan ruang strategis untuk membangun kesadaran hidup sehat sejak usia muda.

Dalam pelatihan itu, materi BHD disampaikan dr. Farid Hidayat, Sp.JP. Materi meliputi pengenalan kondisi henti jantung, langkah awal pertolongan, serta prinsip resusitasi jantung paru (RJP).

Selanjutnya, dr. Elok Nurlisa Artiko, Sp.JP memandu demonstrasi dan praktik BHD. Para siswa mendapat kesempatan mencoba secara langsung teknik pertolongan menggunakan manekin.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan tekanan darah bagi guru serta tenaga kependidikan.

IDI Cabang Kutai Timur berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan satu kali.

Kolaborasi dengan pihak sekolah diharapkan berkembang menjadi program edukasi kesehatan berkelanjutan bagi pelajar.

“Dari sekolah, kita tidak hanya membentuk generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat, peduli, dan siap menolong sesama,” pungkasnya.(Tio)